Pulpa adalah jaringan terdalam dari gigi. Pulpa terlihat sebagai daerah
yang tidak begitu tebal pada radiograph. Secara embriologi, pulpa
terbentuk dari sel-sel sentral dental papilla.1
Mahkota
dan akar gigi terdiri dari jaringan-jaringan pulpa yang dibagi menjadi
ruang/kamar pulpa dan saluran pulpa atau saluran akar. Secara umum,
garis tepi dari dari jaringan pulpa sama dengan bentuk garis tepi luar
gigi. Bentuk garis tepi dari ruang pulpa sama dengan bentuk dari
mahkota, bentuk garis tepi dari saluran pulpa sama dengan bentuk dari
akar gigi.2
Pulpa ikut berperan dalam menopang, memelihara, dan lanjutan pembentukan
dentin karena lapisan dalam dari badan sel odontoblas berada sepanjang
dinding luar pulpa. Fungsi lain dari pulpa adalah sensoris karena badan
sel berhubungan dengan saraf sensoris pada tubulus dentin yang berada
di antara lapisan odontoblas. Ketika dentin atau pulpa terluka, sensasi
yang dirasakan oleh otak adalah sensasi nyeri.1
Pulpa juga memiliki fungsi nutrisi, yaitu berperan dalam penyuplaian
nutrisi ke dentin, karena dentin tidak memiliki suplai pembuluh darah.
Dentin bergantung pada suplai pembuluh darah dari pulpa dan berhubungan
dengan cairan jaringan untuk nutrisinya.1
Pulpa memiliki fungsi perlindungan karena terlibat dalam pembentukan
dentin sekunder atau tersier, yang meningkatkan cakupan pulpa. Pulpa
memiliki sel darah putih pada pembuluh darah dan jaringannya.1
ANATOMI PULPA1
Pulpa
yeng terdapat di dalam ruang pulpa memiliki dua divisi utama, yaitu
mahkota pulpa dan akar pulpa. Mahkota pulpa terdapat di dalam mahkota
gigi. Parpanjangan yang lebih kecil dari mahkota pulpa ke dalam cusp
dari gigi-gigi posterior disebut tanduk pulpa. Tanduk pulpa ini pada
gigi permanen khususnya menonjol di bawah buccal cusp pada premolar dan
mesiobuccal cusp pada molar. Tanduk pulpa tidak terdapat pada gigi-gigi
anterior.

Akar
pulpa adalah bagian dari pulpa yang terdapat di daerah akar gigi. Akar
pulpa/ radicular pup/ root canal atau pulp canal. Akar pulpa memanjang
dari bagian cervix gigi sampai ke apex gigi. Pada bagian apex terdapat
lubang yang disebut dengan foramen apikal. Lubang ini dikelilingi oleh
cementum dan memungkinkan arteri, vena, limfatik, dan nervus untuk masuk
dan keluar dari pulpa dari ligament periodontal. Foramen apikal adalah
bagian terakhir dari gigi yang terbentuk setelah mahkota gigi erupsi ke
dalam rongga mulut. Pada perkembangan gigi, ukuran foramen besar dan
terletk di tengah. Seiring dengan gigi yang semakin dewasa, foramen
menjadi lebihkecil diameternya. Foramen biasanya terdapat pada apex
akar. Jika ada lebih dari satu foramen yang terlihat pada akar, yang
terebesar adalah foramen apical dan sisanya dianggap sebagai foramen
aksesoris.


Saluran
aksesoris juga berkaitan dengan pulpa dan merupakan lubang tambahan
pulpa ke ligament periodontal. Saluran aksesoris/accessory canals juga
disebut lateral canals karena biasanya terdapat di bagian lateral akar
gigi.
Sumber:
1 Bath-Balogh Mary. Dental Embriology, Histology, and Anatomy. 2nd ed. USA: Saunders Elsevier. 2006. Pg. 200-202
2 Nelson Stanley. Wheelers Dental Anatomy, Physiology, and Occlusion. 9th ed. USA: Saunders Elsevier. 2010. Pg. 209.