Rabu, 08 Januari 2014

Trip To Pulau Weh, Sabang

06.34 Posted by Muhammad Hamzah 1 comment
Suatu pagi di Pulau Weh
Lahir dan besar di tanah rencong rasanya belum sah jika saya belum menginjakkan kaki di kilometer NOL Indonesia. Ya walaupun kenyatannya saya memang belum pernah ke tugu kilometer NOL Indonesia di Pulau Weh. Hehe... Akan tetapi menjadi suatu cerita seru bagi saya jika mengingat-ingat pertama sekali saya pergi ke Sabang Februari 2013 silam.
Sebenarnya keberangkatan ini tidak terlalu direncanakan karena tiba-tiba diajak oleh teman-teman pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa FK Unsyiah periode 2012. Jadi kegiatan ini semacam perpisahan kepengurusan gitu.
Usai berkemas, membawa perlengkapan seperlunya saya menuju Pelabuhan Ule Lheue. sampai di sana teman-teman yang lain sudah pada nunggu. beberapa lama kemudian kami pun masuk ke dalam kapal dan perjalanan pun dimulai! :-)
Perjalanan menuju Sabang sekitar 45 menit menggunakan kapal cepat.

Sampai di Sabang, kami menyewa satu unit mobi jenis L300, walau sederhana tapi muat lah untuk kami semua. Malah perjalanan kami jadi lebih seru. 
Tujuan pertama kami adalah Air Terjun Pria Laot. Untuk mencapai lokasi ini kita harus berjalan kaki masuk ke dalam hutan sekitar 1 km dari pinggir jalan, tepatnya persis di depan menara pompa air Sabang. Perjalanan menuju lokasinya sangat seru! Jalanan yang berbatu dan harus menyebrangi sungai membuat rasa penasaran bagaimana sih wujud dari objek yang sedang kami cari ini. Oya, jangan lupa pakai sepatu kalau nak ke sini, hati-hati dengan kakimu. Hehe



Sekitar 10 menit berjalan akhirnya tiba lah kami di tempat tujuan! Ya, seperti biasa langsung foto-foto haha... Akan tetapi sebelum kedatangan kami di lokasi, kota Sabang diguyur hujan sehingga airnya agak keruh. Gak pa pa dah, yang penting kebersamaannya dapet banget! :-)
Puas memanjakan diri di Air Terjun Pria Laot, kami menuju Pantai Iboih untuk Snorkeling di Pulau Rubiah. Waaaah... ini yang paling saya tunggu-tunggu. Maklum pertama kali ke Sabang. Sesampainya di Iboih kami langsung memesan atribut snorkeling kemudian menju Pulau Rubiah.
Untuk menuju Pulau Rubiah, kami menyewa perahu motor. Dari perahu ini kita juga bisa melihat ikan di dasar air melalui kaca di tengah-tengah perahu tersebut.

Abis snorkeling, mata pun ga sanggup lagi terbuka haha
Rubiah.... Keren banget tempatnya! Airnya jernih, karangnya bagus, ikannya cantik-cantik. Rasanya gak mau naik lagi, mau di air aja bareng ikan. hehe
Puas-puas snorkeling kami pun menuju penginapan untuk melanjutkan pertualangan esok harinya.
Malam harinya perjalanan sangat panjang, panjang sepanjang jalanan kota sabang. Iya, jalan kaki muter-muter nyari sate gurita ga dapat. hehe next tme kalau pergi lagi harus dapat nih. :-)
Pantai Kasih di malam hari
Jangan tanya kenapa :-)
Ya tapi tak apa lah. setidaknya kami masih diberi kesempatan oleh Allah swt untuk menikmati bakso dan juga menikmati semilir angin malam di pantai kasih sambil ngobrol-ngobrol seputar kampus, sampai jam 1 malam. :-O

Perjalanan keesokan harinya gak kalah seru (walau bukan ke kilometer NOL Indonesia) hehe. Destinasi kami adalah Benteng Jepang dan Pantai Sumur Tiga. Tempatnya sangat keren. Untuk menuju pantai sumur tiga dari jalan tempat kami memarkirkan kendaraan harus menuruni bukit. Dari atas bukit pantai ini sangat indah terlihatnya, pohon-pohon kelapa berbaris rapi di antara penginapan-penginapan, hamparan laut luas membiru juga terlihat jelas dari sini.
Puas narsis dan nyantai di Pantai Sumur Tiga, kami menuju Benteng Jepang. Bagi saya pergi ke situs ini menjadi keistimewaan tersendiri. Di sini sampai-sampai saya membayangkan bagaimana pertempuran pada masa penjajahan dahulu kala. :-)
Meriam di Benteng Jepang
Bagian depan Benteng Jepang
Panorama di samping benteng
Nyantai di Pantai Sumur Tiga
Maklum ya... masih pada dibawah 18 tahun semua ini. :-D
Perjalanan di Pulau Weh pun harus berakhir pada hari ini juga. huhu (masih belum ke kilometer NOL Indonesia juga). Sebelum Pulang kami menyempatkan membeli oleh-oleh khas Sabang, ada kaos, pin, gantungan kunci, salak sabang, bakpia sababg, dsb.
Walaupun Cuma 2 hari kurang jalan-jalan di sabang saya merasa sangat puas. Tapi belum puas-puas banget karena belum ngerasai diving, apalagi belum menginjakkan kaki di Tugu Kilometer NOL Indonesia. Hiks! hehe :-D
Next Time kita pergi lagi ke Sabang, yang lamaaa di Sabangnya.

1 komentar: