Selasa, 02 Juni 2015

Catatan Singkat 100 Hari Perjalanan Presiden Mahasiswa Unsyiah 2015 [Part 1]

01.48 Posted by Muhammad Hamzah No comments
29 Januari 2015, Hari 1
Klik untuk memperbesar
PELANTIKAN - Hari ini resmi memegang amanah sebagai ketua BEM Unsyiah 2015-Kolaborasi, Melayani. Beban berat yang dipikul ini menjadi catatan baru hidup saya. Amanah 3.700an mahasiswa yang memilih saya dan kewajiban untuk 30.000an seluruh mahasiswa Universitas Jantong Hatee Rakyat Aceh ini harus saya utamakan demi membangun kampus ini.
Usai pelantikan saya langsung berdiskusi dengan Rektor Unsyiah bersama juga dengan Mantan Pengurus BEM Unsyiah 2014. Satu asa yang saya tanamkan, “Jangan sampai kepengurusan 2015 lebih buruk dari kepengurusan BEM sebelumnya”. Untuk itu saya bersama dengan DPH dan Presidium BEM Unsyiah 2015 – Kolaborasi, Melayani berkonsolidasi di sekretariat BEM untuk menyamakan visi-misi selama satu periode kepengurusan.

KEBERANGKATAN MUNAS BEM SI – Hari itu sekitar pukul 16.00, usai pelantikan saya langsung menuju kota pontianak untuk menghadiri Musyawarah Nasional BEM seluruh Indonesia di Universitas Tanjung Pura. Banyak harapan yang saya gantungkan pada kegiatan ini. Sebuah awal untuk membangun kolaborasi dengan kawan-kawan aktivis mahasiswa seluruh Indonesia. Harapan saya untuk banyak berbagi dan belajar mengenai pergerakan mahasiswa se-Indonesia dapat optimal di sini.

QOTD: “Kuatnya organisasi bukan hanya karena siapa pemimpinnya, loyalitas pengurus adalah poin yang sangat berperan .” Muhammad Hamzah

30 Januari 2015, Hari 2
MUNAS HARI 1 – Alhamdulillah, sejuknya kota khatulistiwa di pulau terdatar se-Indonesia ini. Pagi berkabut, namun semangat ini tak boleh hanyut. Pagi itu setibanya di Bandara, saya bersama Menteri Polhukam, adik sekaligus teman dialog dan debat saya, Hasrizal, mahasiswa Fakultas Hukum 2012 dan Fakultas Ekonomi 2013, langsung menuju Gedung Rektorat di Untan untuk menghadiri Pembukaan Musyawarah Nasional BEM SI 2015.
Suasana pembukaan begitu hikmatnya, tampak di sekeliling saya ruangan ini penuh dengan warna perjuangan. Tak sabar hasrat diri ini untuk menyerap satu per satu inspirasi dan pengalaman dari mereka. Kegiatan pembukaan dilanjutkan dengan seminar Nasional. Dari seminar ini kami berdiskusi tentang pentingnya ketahanan energi dan  nasionalisasi aset-aset Indonesia. Turut hadir pada saat itu Bapak Oesman Sapta, pimpinan DPR RI asal Ponstianak.
Munas pada hari itu pun dilanjutkan.

QOTD: “Inspirasi adalah kunci melahirkan ide baru. Carilah inspirasi, ia bisa datang dari siapa aja bahkan hewan sekalipun.” Muhammad Hamzah

31 Januari 2015, Hari 3
MUNAS HARI 2 – Musyawarah menuju kepada pembahasan isu yang akan diangkat untuk mengawal kebijakan pemerintahan baru Indonesia. Isu-isu tersebut merupakan isu-isu urgent yang akan dikaji secara intensif dan dikawal secara nasional. Saya berkesempatan berdiskusi dalam komisi Kesehatan dan Lingkungan, berkaitan dengan background sebagai mahasiswa Kedokteran Gigi dan anggota Sobat Bumi Indonesia. Banyak hal yang kita bicarakan terkait isu ini dengan beberapa bahasan pokok terkait BPJS, Kartu Indonesia Sehat, MDGs, Reklamasi Teluk Benoa, Illegal Logging, dan Kebakaran Hutan.

QOTD: "Keberanian untuk mengemukakan pendapat bukanlah bawaan. Ia adalah pembiasaan." Muhammad Hamzah

1 Februari 2015, Hari 4
MUNAS HARI 3 – Dinamika forum munas mencapai puncaknya. Alhamdulillah wa Innalillah BEM Unsyiah 2015-Kolaborasi, Melayani terpilih sebagai Kordinator Wilayah Sumbagut BEM Seluruh Insonesia bersama dengan  13 Korwil lainnya. Berikut ini hasil Musyawarah Nasional BEM SI 2015 di Kota Pontianak:
Koordinator Pusat (Korpus)
-Universitas Lampung (UNILA)

Koordinator Pusat Forum Perempuan (Korpus FP)
-Universitas Riau (UNRI)

Koordinator Isu tingkat Nasional BEM SI 2015:
1. Ekonomi (UGM, Yogyakarta)
2. Korupsi (UNPAD, Bandung)
3. Pendidikan & Kebudayaan (UPI, Bandung)
4. Pertanian (IPB, Bogor)
5. Energi (ITB, Bandung)
6. Kesehatan (UNAIR, Surabaya)
7. Lingkungan (Univ. Udayana, Denpasar)
8. Maritim (ITS, Surabaya)

Koordinator Wilayah (Korwil)
1. Sumbagut (UNSYIAH, Banda Aceh)
2. Sumbagsel (UNSRI, Palembang)
3. Jabodetabek-Banten (UNJ, Jakarta)
4. Jabar (UNPAD, Bandung)
5. Jogloseto (UNSOED, Purwokerto)
6. Jatim (UB, Malang)
7. Bali-Nusra (Univ. Mahasaraswati, Denpasar)
8. Kaltengbar (Univ. Tanjungpura, Pontianak)
9. Kaltimsel (Univ. Mulawarman, Samarinda)
10. Gorontalo (Univ. Negeri Gorontalo, Gorontalo)
11. Sulut (IAIN Manado, Manado)
12. Sul Tenggara (Univ. Lakidende)
13. Sul Tengah (Univ. Tadulako)
14. Papua (Univ. Musamus, Merauke)

Rakernas BEM SI 2015 akan  diadakan di Universitas Andalas (Padang).

QOTD: “Amanah adalah kepercayaan yang bisa berakhir ada kekecewaan orang lain, maka jangan terlalu berbangga karenanya. ” Muhammad Hamzah
klik untuk memperbesar

2 Februari 2015, Hari 5
Alhamdulillah hari ini berkesempatan mengunjungi berbagai macam temat-tempat bersejarah di Kalimantan Barat, masih dalam rangkaian kegiatan Munas BEM SI. Beberapa tempat antara lain Tugu khatulistiwa, Sungai Kapuas, Kesultanan Pontianak dan lainnya membuat saya semakin cinta Indonesia. Semangat untuk memberikan kontribusi terbaik terhadap bangsa ini pun kembali menggelora.

QOTD: "Berjalanlah, kamu akan banyak menemukan pengalaman baru di dalamnya." Muhammad Hamzah

3 Februari 2015, Hari 6
Perjalan pulang menuju Aceh. Di perjalanan sempat berdiskusi ringan dengan Menteri Polhukam BEM Unsyiah 2015-Kolaborasi, Melayani tentang tantangan besar dan rencana strategis selama memegang amanah koordinator wilayah ini karena merupakan tanggungjawab terhadap pergerakan mahasiswa se-Sumatera Bagian Utara.

QOTD: "Jika kita menutup mata terhadap orang yang lebih muda, maka di saat itu kita telah kehilangan semangat muda itu." Muhammad Hamzh

4 Februari 2015, Hari 7
Bertemu dengan Kepala Biro kemahasiswaan Unsyiah untuk berdiskusi mengenai pergerakan BEM dahulu hingga sekarang untuk menambah referensi dalam membangun arah pergerakan BEM Unsyiah 2015-Kolaborasi, Melayani. Pada kesempatan itu saya juga menanyakan perihal jumlah alokasi dana bantuan untuk organisasi kemahasiswaan dan dana kelembagaan. Untuk hal tersebut kata beliau harus ke kebagian keuangan, sedangkan untuk dana kelembagaan yang mengatur jumlah besaran tiap-tiap organisasi adalah DPM.

QOTD: "Jika keberanian tak dapat kita hadirkan, maka jangan sekali-kali menginginkan sesuatu." Muhammad Hamzah

5 Februari 2015, Hari 8
Terkait dengan Oen Recruitment pengurus BEM Unsyiah 2015 - Kolaborasi, Melayani, hari ini rapat Teknis untuk wawancara calon pengrus BEM. Luar biasa sekali antusiasme kawan-kawan Unsyiah! Jumlah pendaftar mencapai lebih dari 600 orang. Ini menunjukkan animo yang luar biasa dari Mahasiswa Unsyiah untuk Belajar dan berbagi, membangun kampus dan tanah air. Terimakasih kepada Wapres dan Sekjen, Muhammad Jazman dan Kaswindi, yang dengan luar biasa membantu segala perlengkapan dan persiapan Open Recruitment ini. Terimakaish juga kuhaturkan untuk seluruh mahasiswa Unsyiah yang sudah mendaftar dengan harapan semuanya akan benar-benar memiliki niat tulus dan semangat untuk membangun BEM Unsyiah 2015-Kolaborasi, Melayani dan Kampus Jantong Hatee Rakyat Aceh.

QOTD: "Setiap manusia berbeda, maing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Prinsipnya seperti kertas dan pena." Muhammad Hamzah

klik untuk memperbesar
6 Februari 2015, Hari 9
WAWANCARA HARI 1 - Hari ini tes wawancara untuk calon pengurus BEM Unsyiah 2015. Begitu besar antusiasme kawan-kawan mahasiswa Unsyiah. Berbagai alasan untuk bergabung pun mereka ungkapkan yang intinya untuk belajar dan mengabdikan diri pada Universitas tercinta.

Tersiar kabar dari kawan-kawan Universitas lain bahwa Beasiswa PPA 2015 akan ditiadakan. Saya langsung mengkonfirmasi kebenaran hal ini kepada Purek III Unsyiah, namun beliau belum mengetahui tentang hal ini.

QOTD: "Informasi itu sangat penting dan relasi dalah kunci mendapatkannya." Muhammad Hamzah


7 Februari 2015, Hari 10
PROSES ADVOKASI BEASISWA PPA - Masih mengawal isu ditiadakannya beasiswa PPA untuk tahun ini. Kabar dari grup BEM Seluruh Indonesia bahwa surat tersebut benar dan kemungkinan besar beasiswa PPA akan ditiadakan. Kawan-kawan dari UPI kabarnya akan ke Jakarta untuk menemui langsung Dirjen Dikti untuk mengkonfirmasi hal ini.

Proses seleksi wawancara calon pengurus BEM Unsyiah 2015- Kolaborasi, Melayani pun dilanjutkan. Hari kedua terjadi peningkatan jumlah mahasiswa yang mengembalikan berkas dan mengikuti wawancara.

QOTD: "Memang benar kata orang-orang bahwa ketika kita mengurusi orang lain, maka kita akan kehilangan banyak waktu untuk mengurus diri sendiri. Tapi Allah tidak akan kehilangan sedikit pun waktu untuk mengurus kita." Muhammad Hamzah

Sabtu, 04 Oktober 2014

World No Tobacco Campaign Action 2014

04.25 Posted by Muhammad Hamzah No comments
Inilah aksi kami dalam mengkampanyekan anti rokok pada World No Tobacco Day (Hari Tanpa Tembakau Sedunia), 31 Mei 2014. Aksi ini dilakukan oleh Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (PSMKGI), Aliansi Pemuda Aceh Anti Rokok (APAAR) tergabung dari CTCS Aceh, IPM Aceh, PII Aceh, Aneuk Atjeh Anti Rokok (A3R), BEM FKG Unsyiah, BEM FK Unsyiah, BEM FKM Unmuha, BEM FK Unaya, Rumah Zakat, Senat Akbid Muhammadiyah, BEM FE Unmuha, BEM PSIK USK, BEM Poltekkes, BEM FKM YHB, Stikes U’Budiyah, ISMKMI Aceh, IMM Banda Aceh, BEM FKM USM, BEM FKM Unaya, Osis se-Banda Aceh dan Aceh Besar, dan lain-lain.

Aksi ini kami lakukan sebagai sikap penolakan terhadap rokok. Angka perokok di Indonesia khususnya Provinsi Aceh cukup tinggi dengan mayoritas pelakunya generasi muda. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional yang hanya 34,7 persen. Rata-rata mereka menghisap 10 hingga 30 batang rokok per hari.
Padahal rata-rata perokok sudah paham akan dampak negatif dari merokok. Aksi ini juga kami gelar untuk mengingatkan akan dampak negatif tersebut serta meminta pemerintah untuk sigap menangani rokok.

Pada aksi tersebut turut hadir Sekretaris Jenderal PSMKGI, Muhammad Fuadi (mahasiswa Kedokteran Gigi UGM) turut serta Ambasador for No Tobacco PSMKGI, Risa Rahma Putri (mahasiswi FKG Unsyiah). Aksi ini diawali dengan longmarch sepanjang jalan dari Kantor DPRA menuju Simpang Lima Banda Aceh, selain itu juga dilakukan orasi penolakan terhadap rokok, aksi tatrikal pembakaran rokok, dan "aksi rampok rokok", yaitu dengan meminta rokok dari masyarakat pengguna jalan dan ditukar dengan permen serta stiker.

Semoga aksi ini dapat bermanfaat. Jagalah diri dan keluarga dengan tidak merokok...

Foto bareng sebelum aksi

Peserta aksi termasuk siswa SMP yang berpartisipasi

Longmarch

Aksi rampok rokok

Di sela-sela aksi rampok rokok


Foto bareng usai aksi

"Merokok Tidaklah Berbahaya"

01.33 Posted by Muhammad Hamzah No comments
Rokok, benda silindris berukuran 70 hingga 12 mm ini bukanlah benda asing bagi masyarakat. Hampir di banyak tempat, kita bisa menjumpai benda mematikan ini. merokok bukan lagi soal trend tapi ia sudah menjadi kebutuhan dan budaya bagi masyarakat. Bahkan di India ada budaya merokok dengan terbalik, yaitu bagian yang terbakar yang dimasukkan ke dalam mulut yang dikenal dengan reversed smoking.

"Merokok tidaklah berbahaya". Itu yang sering saya dengar dan menjadi pembenaran khalayak. Salah seorang teman pernah mengatakan fakta yang terjadi. Ia menceritakan kakeknya yang sudah berumur lebih dari 70 tahun, merokok sejak remaja, namun kondisinya baik-baik saja. Saya fikir mungkin itu 1 pengecualian dari 1000 yang sakit-sakitan di usia lanjut akibat rokok. Seperti adanya faktor X.

Merokok bukan tidak menimbulkan masalah bagi tubuh, dan tak sedikit pula para perokok yang menyadari bahaya dari rokok. Padahal bahaya merokok terhadap tubuh telah diteliti dan dibuktikan oleh banyak orang. Kebiasaan merokok memang salah satu kebiasaan yang sangat sulit dihilangkan, ibarat candu. Tak sedikit pula oarang yang mengatakan bahwa merokok bukanlah termasuk dalam kebiasaan buruk.

Rokok dapat meningkatkan faktor resiko terjadinya beberapa jenis penyakit, baik lokal maupun sistemik. Kandungan di dalam rokok seperti tar, nikotin, dan karbonmonoksida merupakan tiga macam bahan kimia yang paling berbahaya. Bahan-bahan berbahaya di dalam rokok tersebut dapat menimbulkan penyakit bagi tubuh, tak terkecuali rongga mulut.

Penelitian telah membuktikan bahwa merokok dapat memberikan pengaruh langsung terhadap jaringan periodontal, yaitu jaringan yang mendukung gigi seperti gusi, tulang, dll.. Merokok juga meningkatkan resiko terjadinya penyakit periodontal seperti kehilangan/berkurangnya tulang alveolar, sehingga bisa meningkatkan resiko kehilangan/tanggalnya gigi. Skor plak dan karang gigi juga terbukti lebih tinggi pada perokok, dibandingkan pada orang yang tidak merokok. Hal ini juga berpengaruh pada halitosis (bau mulut). Bukan hanya penyakit periodontal, merokok juga meningkatkan resiko karies/gigi berlubang, pengikisan/resesi gusi, lesi prekanker, kanker mulut, serta kegagalan implan. Penyakit yang dapat terjadi di rongga mulut akibat zat berbahaya pada rokok antara lain eritroplakia, leukoplakia, keratosis rokok, squamous cell carcinoma, serta verrucous carcinoma.
Penyakit Periodontal
Squamous Cell Carcinoma
Kita tidak bisa meremehkan penyakit rongga mulut. Penyakit di mulut sangat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan karena semua nutrisi yang dibutuhkan diasup melalui mulut. Apabila kondisi mulut rusak, maka asupan nutrisi pun menjadi berkurang.

Inilah yang dapat saya bagikan mengenai bahaya merokok bagi mulut.  Tulisan ini saya buat bukan untuk memusuhi para perokok dan memaksa untuk berhenti (tapi alhamdulillah jika sesudah membaca ini ada niat untuk berhenti). Saya hanya ingin sedikit membagikan apa yang saya ketahui tentang bahaya rokok terhadap rongga mulut sambil mengisi waktu luang. Ini hanya sepenggal dari sekian banyak bahaya rokok bagi tubuh kita.
Terimakasih sudah membaca...

Referensi:
Neville et al. Oral and Maxillofacial Phatology. 2nd ed.
Regezi, Sciubba, Jordan. Oral Phatology: Clinical Phatologic Correlations. 4th ed.
http://www.designbolts.com/2014/03/12/no-smoking-signs-icons-symbols-in-vector-ai-format/
http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/majalahilmiahsultanagung/article/viewFile/39/33

Sabtu, 26 April 2014

Pantai Alue Naga, Sekali ke Sini Pasti Ingin Kembali

21.49 Posted by Muhammad Hamzah 20 comments
Banda Aceh merupakan pusat pemerintahan Provinsi Aceh. Kota ini terletak di ujung utara pulau sumatera. Letaknya yang berada di pesisir ini membuat Banda Aceh dijuluki sebagai "Kota Panas", ya karena memang udara di kota ini terasa lumayan panas pada siang hari. Letak yang di Pesisir ini juga membuat Kota Banda Aceh memiliki banyak pantai yang sangat indah, bahkan banyak pantai di Aceh sudah terkenal di Indonesia.

Pantai Alue Naga merupakan salah satu pantai yang ada di Banda Aceh. Pantai ini berada di Kecamatan Syiah Kuala, kurang lebih 7 KM dari pusat kota, jika mengendarai kendaraan bermotor pantai ini dapat ditempuh selama kurang lebih 15 menit perjalanan dari pusat kota. Perjalanan menuju pantai ini menyusuri tepian sungai dengan jalan yang beraspal. Sepanjang perjalanan kita bisa menikmati indahnya tanaman mangrove dan pohon cemara yang tertata rapi. Ada juga kapal-kapal nelayan yang sedang melabuh dan tersusun rapi di tepi muara sungai itu.

Letak Pantai Alue Naga
Kalau kita kaji dari namanya, Alue Naga terdiri dari kata Alue dan Naga. Dalam bahasa Aceh Alue memiliki arti Alur (muara sungai). Pantai ini memang merupakan tempat bertemunya antara dua jenis air yang berbeda, air laut dan air sungai karena letaknya yang di sebelah muara sungai lamnyong. Dinamai Alue Naga mungkin karena muara sungai di sini dahulunya berkelok-kelok sehingga mirip naga, atau mungkin dahulu pernah ditemukan naga di tempat ini. Itu hanya hipotesis. hehe

Pantai Alue Naga memiliki dua bagian utama yaitu sisi kiri dan sisi kanan dari muara sungai lamnyong karena pantai ini terbelah oleh muara sungai tersebut.
Pantai bagian kiri memiliki garis pantai dan pasir yang lebih luas dan bagian kanan memiliki pasir yang lebih sedikit, di bagian pantai ini banyak diberikan tembok batu untuk menghindari terjangan ombak.

pantai sisi kiri dan kanan tampak dari atas
Pantai Alue Naga mungkin tidak memiliki pasir yang putih, seputih beberapa pantai lainnya yang ada di Aceh. Namun, kita akan merasakan sensasi yang berbeda di pantai ini, terutama pada waktu sore menjelang senja. Pantai ini terkenal juga sebagai "Pantai Galau" di kalangan mahasiswa/i Unsyiah. Dari hasil observasi saya kebanyakan mahasiswa/i yang datang ke pantai ini tujuannya adalah untuk melepaskan kegalauan di dalam hati. hehe... Suasana tentram, damai, dan semilir angin di pantai ini lah yang mungkin dapat membuang semua kegalauan itu. :-)
Eloknya Pantai Alue Naga
Bukan hanya bergalau. Banyak hal bisa kita lakukan di pantai ini. Sore hari menjelang senja akan terlihat anak-anak muda bermain bola di tepi pantai. Saya juga pernah bermain bola di sini. setelah lelah dan berkeringat, kemudian langsung nyebur ke pantai, rasanya segaaar. hehe

Di sepanjang tembok batu buatan kita juga bisa melihat para pemancing yang memainkan kailnya atau kita juga bisa mencoba memancing sendiri, pancingnya bawa masing-masing ya. Memancing di sini memang seru. Ketika saya mencobanya, saat itu adalah pertama sekalinya saya memancing di air laut. Walaupun tak dapat ikan tidak masalah, semuanya terobati dengan suasana semilir dan birunya air pantai ini.

Mancing... Mantab
Pengunjung pantai ini ada juga yang tujuannya sekedar bersantai, berkumpul dan bercengkrama bersama sahabat ataupun keluarganya. Duduk ditepian pantai sambil menikmati makanan ringan dan air kelapa muda, ah segarnya. Makanan dan minuman bisa dibeli di warung dan kios yang ada di dekat pantai. Di sana dijual berbagai aneka makanan dan minuman. Para pengunjung juga sering membawa makanan sendiri.
Selain itu, pantai ini juga sering menjadi lokasi tujuan organisasi-organisasi kampus sebagai lokasi pelatihan, outbond, gathering, dan sebagainya.

Di dekat warung tersebut kita bisa melihat kebun yang ditanami pohon naga. Namun sayang ketika saya ke sini pohonnya belum berbuah. Bagi saya yang sangat jarang melihat pohon ini tentu menjadi pengalaman tersendiri bisa melihat pohon ini dari dekat. Ada sekitar 50 pohon naga yang ditanami dikebun ini.


Hangatnya Sunset Alue Naga
Ada satu hal yang paling spesial dari pantai ini. Bagi anda para pecinta matahari terbenam (sunset) pantai ini adalah surganya pecinta sunset, menurut saya. Saya sering datang ke pantai ini untuk menantikan detik-detik terbenamnya matahari di ufuk barat. Yang perlu diperhatikan, jika ingin menikmati sunset di pantai ini lihat dulu kondisi langit harus benar-benar cerah.

Matahari terbenam di Alue Naga
Memang, di banda Aceh kita bisa menyaksikan detik-detik terbenamnya matahari dari berbagai pantai. Namun, menurut saya lokasi terbaik ada di sini, mungkin karena jarak pandang ke arah barat lebih jauh dan pegunungan yang ada di bagian baratnya tidak terlalu tinggi sehingga tidak menghalangi, namun dapat memberi kesan pemandangan yang lebih indah. Detik detik beralihnya langit dan laut biru menjadi kuning kemerahan sangat sayang sekali untuk dilewati. 
Sunset Alue Naga memang sudah diakui keindahannya. Tak heran jika banyak pengunjung yang datang sudah mempersiapkan kamera untuk mengabadikan momen ini, membuat siluet dari tubuh mereka dibalik sinar matahari dan berfoto.


Ingin Kembali
Beberapa kali sudah saya mengunjungi pantai ini. Mungkin kalau dihitung sudah lebih dari sepuluh kali. Keindahan, susana, dan keakraban yang terbangun ketika pergi bersama sahabat selalu menjadi kerinduan untuk kembali lagi ke sini. Apalagi suasana sunset pantai ini yang begitu hangat semakin membuat selalu teringat.
Buat pembaca yang berada di seputaran Banda Aceh, Aceh, maupun Indonesia, pantai ini recomended banget pokoknya untuk dikunjungi. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan pantai ya. :-)

Berikut ini beberapa foto Alue Naga yang pernah saya abadikan pada waktu yang berbeda-beda.



 



































Artikel ini diikutsertakan pada ajang Banda Aceh Blog Competition 2014, “Charming Banda Aceh, tulis dan perkenalkan Banda Aceh ban sigom donya”

Selasa, 25 Maret 2014

Gusi Anak Anda Sedikit Bengkak, Jangan Panik

04.28 Posted by Muhammad Hamzah No comments
Ilustrasi Pembesaran Gusi
Beberapa hari yang lalu sempat ada seorang ibu yang bertanya ke saya dengan nada panik sambil menunjukkan rongga mulut seorang anak perempuannya, kira-kira umurnya 14 tahun. Ia bertanya mengapa gusi (gingiva) gigi depan rahang bawah anaknya bengkak-bengkak dan warnanya agak kemerahan. Hal ini sudah terjadi sejak 3 tahun yang lalu. menurut pengakuan ibu tersebut ia tidak pernah membawa anaknya ke dokter gigi terkait kasus ini.

Dengan santai saya mencoba menenangkannya dan menjelaskan kalau fenomena tersebut sebenarnya normal, ya normal pada anak-anak yang memasuki masa puber. Walaupun ini adalah fenomena normal, akan tetapi ada hal-hal yang menyebabkan ini terjadi.

Pubertas adalah proses perubahan fisik dan psikologi pada anak-anak sebagai masa peralihan menuju dewasa. Dalam hal ini selain beberapa tanda-tanda yang menunjukkan perubahan fisik, juga akan ada perubahan pola perilaku pada anak. Pubertas terjadi antara usia rata-rata 11 sampai 14 tahun pada sebagian besar anak perempuan dan sekitar usia 13 tahun pada anak laki-laki.

Pada masa ini juga akan ada keterlibatan dan peningkatan beberapa jenis hormon. Dua hormon seks utama yang terlibat selama masa pubertas adalah testosteron pada pria dan estrogen pada wanita.  Kedua hormon ini lah yang merangsang pembesaran pada gusi tersebut. Selama pubertas, jaringan di sekitar gigi termasuk gusi mungkin memiliki respon yang berlebihan terhadap faktor-faktor lokal seperti akumulasi plak dan kalkulus (karang gigi). Pembesaran gusi sering terjadi di daerah di mana plak dan kalkulus terakumulasi dan ini terjadi pada laki-laki dan perempuan. Ukuran pembesaran gingiva ini dapat berkurang setelah masa pubertas selesai namun tidak hilang sampai kontrol plak yang memadai dilakukan oleh dokter gigi.

Pembesaran gingiva dapat dicegah dengan rajin menyikat gigi sehingga akumulasi plak tidak terjadi. Jadi hal ini penting diperhatikan sebelum anak memasuki masa puber. Apabila telah terjadi, segera bawa ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan khusus.

Nah, begitu kira-kira cerita singkat tentang pembesaran gusi pada anak-anak. Apabila hal ini terjadi pada anak, adik, atau saudara dan kerabat anda, jangan panik dan bawalah ke dokter gigi terdekat. :-)

Pembesaran Gusi pada kasus yang lebih parah
hal ini memerlukan perawatan ekstensif dari dokter gigi


Sabtu, 08 Maret 2014

"Hijaunya" Anak-Anak Gampong Ruyung

16.35 Posted by Muhammad Hamzah 1 comment
Anak-Anak Gampong Ruyung Bermain Rakit

Saya selalu senang melihat anak-anak. Bercengkrama bersama mereka seperti memiliki semangat baru karena mereka adalah tunas-tunas baru yang akan meneruskan arah bangsa.
Ada yang berbeda hari itu di Gampong Ruyung, Aceh Besar. Sabtu, 2 Maret 2014 adalah hari penanaman akbar mangrove Sobat Bumi Aceh. Saya tidak membahas apa itu Sobat Bumi Aceh dan Program Kerja ini.
Lantas, apa yang menyita perhatian saya hari itu? Semangat berkobar parapendekar cilik ini begitu luar biasa. Mereka tanpa diminta membantu kami dalam penanaman mangrove ini.
Bersama Tunas-Tunas Bangsa
Anak-anak ini memang luar biasa. Di tengah kerasnya pengaruh perkembangan teknologi, masih ada semangat berbuat untuk alam. Ketika anak-anak masa kini lebih akrab dengan Game, tablet, dan semua pengaruh teknologi, mereka justru mengisi waktunya dengan berbuat untuk alam.
Salut sama kalian. Aku Bangga dan sayang sama kalian semua! 
Bangga bersama mangrove



Pendekar Cilik sedang menyusun mangrove
Suasana Penanaman Mangrove di Gampong Ruyung

Senin, 27 Januari 2014

Klasifikasi Penyakit Gingiva

10.14 Posted by Muhammad Hamzah No comments





Berikut adalah klasifikasi penyakit gingiva berdasarkan penyebabnya:

1. Diinduksi Plak
a. Penyakit Gingivayang atau tidak dengan faktor lokal lain
b. Penyakit Gingiva yang dimodifikasi dengan faktor sistemik
- Berhubungan dengan sistem endokrin (hormonal, pubertas, menstruasi, hamil, diabetes, dsb)
- Berhubungan dengan diskrasia darah (Leukemia)
c. Penyakit gingiva yang berhubungan dengan obat-obatan
d. Penyakit Gingiva yang berhubungan dengan malnutrisi

2. Bukan Diinduksi Plak
a. Akibat virus
b. Akibat Bakteri
c. Akibat Jamur
d. Genetik
e. Manifestasi kondisi sistemik
f. Trauma
g. Reaksi tubuh
h. Tidak terdpesifikkan

Sumber: Dental Hygiene and Therapy. p. 113