Sabtu, 04 Oktober 2014

"Merokok Tidaklah Berbahaya"

01.33 Posted by muhammad hamzah No comments
Rokok, benda silindris berukuran 70 hingga 12 mm ini bukanlah benda asing bagi masyarakat. Hampir di banyak tempat, kita bisa menjumpai benda mematikan ini. merokok bukan lagi soal trend tapi ia sudah menjadi kebutuhan dan budaya bagi masyarakat. Bahkan di India ada budaya merokok dengan terbalik, yaitu bagian yang terbakar yang dimasukkan ke dalam mulut yang dikenal dengan reversed smoking.

"Merokok tidaklah berbahaya". Itu yang sering saya dengar dan menjadi pembenaran khalayak. Salah seorang teman pernah mengatakan fakta yang terjadi. Ia menceritakan kakeknya yang sudah berumur lebih dari 70 tahun, merokok sejak remaja, namun kondisinya baik-baik saja. Saya fikir mungkin itu 1 pengecualian dari 1000 yang sakit-sakitan di usia lanjut akibat rokok. Seperti adanya faktor X.

Merokok bukan tidak menimbulkan masalah bagi tubuh, dan tak sedikit pula para perokok yang menyadari bahaya dari rokok. Padahal bahaya merokok terhadap tubuh telah diteliti dan dibuktikan oleh banyak orang. Kebiasaan merokok memang salah satu kebiasaan yang sangat sulit dihilangkan, ibarat candu. Tak sedikit pula oarang yang mengatakan bahwa merokok bukanlah termasuk dalam kebiasaan buruk.

Rokok dapat meningkatkan faktor resiko terjadinya beberapa jenis penyakit, baik lokal maupun sistemik. Kandungan di dalam rokok seperti tar, nikotin, dan karbonmonoksida merupakan tiga macam bahan kimia yang paling berbahaya. Bahan-bahan berbahaya di dalam rokok tersebut dapat menimbulkan penyakit bagi tubuh, tak terkecuali rongga mulut.

Penelitian telah membuktikan bahwa merokok dapat memberikan pengaruh langsung terhadap jaringan periodontal, yaitu jaringan yang mendukung gigi seperti gusi, tulang, dll.. Merokok juga meningkatkan resiko terjadinya penyakit periodontal seperti kehilangan/berkurangnya tulang alveolar, sehingga bisa meningkatkan resiko kehilangan/tanggalnya gigi. Skor plak dan karang gigi juga terbukti lebih tinggi pada perokok, dibandingkan pada orang yang tidak merokok. Hal ini juga berpengaruh pada halitosis (bau mulut). Bukan hanya penyakit periodontal, merokok juga meningkatkan resiko karies/gigi berlubang, pengikisan/resesi gusi, lesi prekanker, kanker mulut, serta kegagalan implan. Penyakit yang dapat terjadi di rongga mulut akibat zat berbahaya pada rokok antara lain eritroplakia, leukoplakia, keratosis rokok, squamous cell carcinoma, serta verrucous carcinoma.
Penyakit Periodontal
Squamous Cell Carcinoma
Kita tidak bisa meremehkan penyakit rongga mulut. Penyakit di mulut sangat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan karena semua nutrisi yang dibutuhkan diasup melalui mulut. Apabila kondisi mulut rusak, maka asupan nutrisi pun menjadi berkurang.

Inilah yang dapat saya bagikan mengenai bahaya merokok bagi mulut.  Tulisan ini saya buat bukan untuk memusuhi para perokok dan memaksa untuk berhenti (tapi alhamdulillah jika sesudah membaca ini ada niat untuk berhenti). Saya hanya ingin sedikit membagikan apa yang saya ketahui tentang bahaya rokok terhadap rongga mulut sambil mengisi waktu luang. Ini hanya sepenggal dari sekian banyak bahaya rokok bagi tubuh kita.
Terimakasih sudah membaca...

Referensi:
Neville et al. Oral and Maxillofacial Phatology. 2nd ed.
Regezi, Sciubba, Jordan. Oral Phatology: Clinical Phatologic Correlations. 4th ed.
http://www.designbolts.com/2014/03/12/no-smoking-signs-icons-symbols-in-vector-ai-format/
http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/majalahilmiahsultanagung/article/viewFile/39/33

0 komentar:

Posting Komentar